<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>

<rss version="2.0"
 xmlns:blogChannel="http://backend.userland.com/blogChannelModule"
>

<channel>
<title>Gaw&#x27;s! The Life Sharer</title>
<link>http://gawtama.multiply.com/</link>
<description>Kunjungi blog saya &#x3C;a href=&#x22;http://bayugawtama.net/&#x22;&#x3E;Life-Sharing Community&#x3C;/a&#x3E;

&#x22;Jika seseorang karena alasan apa pun berpeluang menjalani kehidupan yang luar biasa, ia tak berhak menyimpannya untuk diri sendiri&#x22; (Jacques-Yves Cousteau - Penjelajah dan pembuat film dalam air legendaris)  &#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Hanya ada satu virus yang bermanfaat, yakni virus berbagi. Salah satu hal yang bisa kita bagi untuk banyak orang yakni berbagi pengalaman kehidupan. Keinginan untuk hidup lebih baik, tanpa mengulangi kesalahan-kesalahan masa lalu, dapat diwujudkan dengan banyak berbagi dan mendapatkan pelajaran-pelajaran kehidupan dari orang lain. Semoga...</description>
<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 02:51:06 -0000</pubDate>
<lastBuildDate>Fri, 8 May 2009 06:42:32 -0000</lastBuildDate>

<image>
<title>Gaw&#x27;s! The Life Sharer</title>
<url>http://images.gawtama.multiply.com/logo</url>
<link>http://gawtama.multiply.com/</link>
<width>100</width>
<height>100</height>
</image>
<item>
<title>Wiwi, Penjaga Amanah dari Parung Panjang</title>
<link>http://gawtama.multiply.com/journal/item/465/Wiwi_Penjaga_Amanah_dari_Parung_Panjang</link>
<description>&#x201C;Ini bukan untuk kita nak,&#x201D; kalimat ini yang harus sering-sering keluar dari mulut Wiwi setiap kali anaknya minta diizinkan untuk mencicipi makanan yang tengah dimasaknya. Saat itu Wiwi tengah mengolah bahan makanan bergizi untuk gadis kecil bernama Ayu yang menderita gizi buruk. Disebut makanan bergizi, berarti harus memenuhi standar gizi yang wajib dimakan seseorang untuk meningkatkan pertumbuhan. Karenanya, makanan itu boleh dibilang sangat lengkap, antara lain nasi, sayur-sayuran, daging ayam atau sapi, telur, susu, serta buah-buahan. &#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Maka tak heran, puteri kecil Wiwi yang usianya tak berbeda jauh dengan gadis Ayu, sering dibuat iri karena ibunya selalu membuat masakan enak untuk anak orang lain. Sedangkan setiap hari ia hanya mendapat makanan ala kadarnya, sekadar ada nasi dan selembar kerupuk saja sudah bagus. &#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Ayu, 12 tahun, ditemukan relawan ACT di sebuah desa di Parung Panjang, Kabupaten Bogor beberapa bulan silam dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Di usianya yang menjel...</description>
<guid isPermaLink="true">http://gawtama.multiply.com/journal/item/465/Wiwi_Penjaga_Amanah_dari_Parung_Panjang</guid>
<pubDate>Fri, 8 May 2009 06:42:32 -0000</pubDate>
</item>
<item>
<title>Bekas Luka Kong Ucan</title>
<link>http://gawtama.multiply.com/journal/item/464/Bekas_Luka_Kong_Ucan</link>
<description>  Beberapa tahun silam saya pernah berbincang dengan seorang veteran perang kemerdekaan, Kong Ucan namanya. Saat itu, usianya sudah hampir delapan puluh tahun. Di halaman belakang rumahnya, kami berbincang sambil ia memerbaiki kandang ayamnya yang sudah rusak. Saat tengah memaku, salah satu jarinya tertusuk paku dan terluka. Darah bercucuran cukup banyak karena ujung jarinya sobek. &#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Mengagumkan, ia tak meringis sedikit pun. Dengan tenang ia menuju ke dalam rumah untuk mengambil obat luka, membalut luka itu kemudian melanjutkan pekerjaannya memerbaiki kandang ayam. Fragmen singkat itu memaksa saya mengajukan pertanyaan yang jawabannya di luar kemampuan saya mencerna sebuah petuah bijak dari seorang punggawa nasihat. &#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;&#x201C;Kena paku sampai berdarah begitu, engkong nggak kelihatan kesakitan?&#x201D; tanya si lugu ini.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;&#x201C;Engkong pernah tertembus peluru di sini...&#x201D; sambil menunjuk bagian atas kanan dadanya mendekati persendian antara badan dan lengan. &#x201C;juga disini&#x2026;&#x201D; kali ini Kong Ucan menunjukkan bagian p...</description>
<guid isPermaLink="true">http://gawtama.multiply.com/journal/item/464/Bekas_Luka_Kong_Ucan</guid>
<pubDate>Thu, 16 Apr 2009 12:42:57 -0000</pubDate>
</item>
<item>
<title>&#x201C;Maaf, Saya Selingkuh&#x2026;&#x201D; </title>
<link>http://gawtama.multiply.com/journal/item/463/463</link>
<description>Pernah mendengar kalimat ini? Tapi semoga tiga kata ini tidak keluar dari mulut pasangan kita. Sebab, bisa dipastikan pahit terdengarnya dan perih dirasa. Siapapun orangnya di dunia ini tidak ada yang pernah ingin mendengar kalimat &#x201C;Maaf, saya selingkuh&#x2026;&#x201D; dari suami atau isterinya sekalipun itu berupa kejujuran.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Ya, seringkali kita mendengar sebuah tuntutan kejujuran dari pasangan masing-masing. Seorang suami menuntut agar isterinya senantiasa jujur dan tidak menyembunyikan apapun di depan dan belakangnya, begitu pun sang isteri memiliki tuntutan yang sama agar suaminya menghadiahi kejujuran setiap hari baginya, baik di rumah terlebih di luar rumah. Tapi kalau mau jujur, bukan kejujuran macam ini yang diharapkan.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Jika seorang suami, tiba di rumah sambil menunjukkan wajah penyesalan kemudian berterus terang kepada isteri tercintanya bahwa ia selingkuh. Bila seorang isteri tiba-tiba menangis, tak sanggup menatap mata suaminya kemudian ia menubruk dada sang suami dan sesegukan berkata, &#x201C;Ban...</description>
<guid isPermaLink="true">http://gawtama.multiply.com/journal/item/463/463</guid>
<pubDate>Wed, 8 Apr 2009 06:33:37 -0000</pubDate>
</item>
<item>
<title>solifecenter | for better life</title>
<link>http://gawtama.multiply.com/links/item/10/solifecenter_for_better_life</link>
<guid isPermaLink="true">http://gawtama.multiply.com/links/item/10/solifecenter_for_better_life</guid>
<pubDate>Tue, 7 Apr 2009 02:40:08 -0000</pubDate>
</item>
<item>
<title>Relawan Paling Hebat, Tidak Ada!</title>
<link>http://gawtama.multiply.com/journal/item/462/Relawan_Paling_Hebat_Tidak_Ada</link>
<description>from http://solifecenter.com&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Menarik jika memerhatikan beragam lembaga kemanusiaan dan instansi yang hadir di satu lokasi bencana, terutama seragam dan atribut para relawannya. Biasanya, masing-masing lembaga sosial dan kemanusiaan telah melengkapi para relawan yang turun ke lokasi bencana dengan atribut dan perlengkapan pribadi, mulai dari seragam, atribut, sampai peralatan kerja yang diperlukan. &#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Satu tim tiba di lokasi bencana, mengendarai mobil jenis SUV double gardan dengan setengah bak terbuka di bagian belakangnya yang diisi beberapa relawan. Para relawannya nampak gagah, tegap yang berseragam orange yang dilengkapi bermacam peralatan kerja lapangan. Nampak sekali orang-orang ini sangat siap diterjunkan ke medan paling sulit sekali pun. Dari warna seragam dan perlengkapannya, bisa ditebak bahwa mereka adalah tim SAR (search and rescue) yang bertugas mencari dan menyelamatkan korban-korban bencana. &#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Di satu lokasi bencana, ini pemandangan yang lazim. Tidak hanya satu tim, bahkan bis...</description>
<guid isPermaLink="true">http://gawtama.multiply.com/journal/item/462/Relawan_Paling_Hebat_Tidak_Ada</guid>
<pubDate>Mon, 6 Apr 2009 07:15:12 -0000</pubDate>
</item>
<item>
<title>Bencana, Ujian Keikhlasan</title>
<link>http://gawtama.multiply.com/journal/item/461/Bencana_Ujian_Keikhlasan</link>
<description>Bencana banyak dipandang dari berbagai sisi, namun bagi orang beriman bencana bisa merupakan ujian keikhlasan. Bagi mereka yang tertimpa musibah nyata cobaan keikhlasannya untuk menerima ketentuan ini. Mereka yang kehilangan orang-orang yang dicintai, harta benda hasil jerih payah puluhan tahun, hunian yang nyaman, ternak dan perniagaan sebagai sumber penghasilan, mungkin bertanya lantang, &#x201C;Ya Allah, kenapa hamba yang Kau pilih untuk menjalani ini?&#x201D;&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Siapapun yang tertimpa bencana, adalah orang yang dipilih oleh Allah untuk menjalaninya. Apakah ia orang yang taat atau membangkang, apakah ia dekat dengan Allah atau mereka yang biasa menjauh. Sekali bencana ditimpakan kepada suatu kaum atau wilayah, semua terhempas. Meski ada orang-orang yang kemudian ditakdirkan selamat, sebagai saksi kedahsyatan dari bencana itu.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Bahwa kemudian ada daerah-daerah dan batas wilayah yang tidak terkena bencana, bukan berarti bencananya memang tak mampu menyentuh wilayah itu. Allah lah yang menentukan semuanya...</description>
<guid isPermaLink="true">http://gawtama.multiply.com/journal/item/461/Bencana_Ujian_Keikhlasan</guid>
<pubDate>Thu, 2 Apr 2009 23:18:23 -0000</pubDate>
</item>
<item>
<title>Hamil 6 Bulan Tetap Aktif Menjadi Relawan</title>
<link>http://gawtama.multiply.com/journal/item/460/Hamil_6_Bulan_Tetap_Aktif_Menjadi_Relawan</link>
<description>Menjadi relawan bisa dilakukan oleh siapa saja, bahkan oleh seorang wanita yang tengah hamil 6 bulan. Zahra, perut buncitnya tak mempengaruhi semangatnya untuk membantu meringankan beban para korban dan pengungsi bencana Situ Gintung Ciputat dengan menjadi relawan di sebuah lembaga kemanusiaan. Sejak jebolnya Situ Gintung, Jum&#x27;at pagi (27/3) lalu, Zahra langsung meminta izin dari suaminya untuk bergabung menjadi relawan. &#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Ia bergabung menjadi relawan di Posko ACT-Aksi Cepat Tanggap. Mungkin karena relawan lain melihat perut buncit Zahra, tidak tega menempatkan Zahra di bagian yang berat dan memerlukan tenaga lebih, maka Zahra diminta untuk memegang bagian administrasi yakni mencatat semua barang bantuan yang datang dari donatur, dan juga barang-barang bantuan yang didistribusikan ke posko-posko pengungsi. Namun karena banyaknya donatur yang datang membawa sejumlah bantuan, jumlah relawan logistik jadi terlihat kewalahan. Maka Zahra kadang bangun dari tempatnya dan ikut mengangkat-angkat...</description>
<guid isPermaLink="true">http://gawtama.multiply.com/journal/item/460/Hamil_6_Bulan_Tetap_Aktif_Menjadi_Relawan</guid>
<pubDate>Mon, 30 Mar 2009 22:45:07 -0000</pubDate>
</item>
<item>
<title>Tahan Dulu Bantuan, Jangan Dihabiskan di Fase Darurat!</title>
<link>http://gawtama.multiply.com/journal/item/459/Tahan_Dulu_Bantuan_Jangan_Dihabiskan_di_Fase_Darurat</link>
<description>Assalaamu&#x27;alaikum Sahabat Peduli&#x3C;br&#x3E; &#x3C;br&#x3E; kondisi di lapangan memang agak rumit ya, banyak orang dipusingkan dengan penonton dan wisatawan bencana. meskipun bagi saya mudah membedakan mana korban/pengungsi dan mana penonton sehingga kami tidak sembarang memberikan bantuan kepada siapa saja yg berada di lokasi. namun nampaknya itu yang terjadi dan dilakukan beberapa posko, termasuk posko2 parpol. bisa jadi mereke memang sedang &#x22;jualan&#x22; dengan membagi2kan bantuan berupa nasi dan lain2nya kepada semua yg hadir tidak peduli cum penonton.&#x3C;br&#x3E; &#x3C;br&#x3E; kami yg tergabung di posko ACT - Aksi Cepat Tangap, yg didalamnya juga bergabung beberapa elemen dan lembaga lainnya, termasuk mahasiswa UMJ, Yayasan Sahabat Peduli, Relawan Pelangi, UPH, dll... membagi-bagikan bantuan langsung ke posko pengungsi. LOGIKANYA, PARA PENGUNGSI TIDAK AKAN DATANG KE POSKO MEMINTA BANTUAN. mereka itu harus didatangi, bukan posko menunggu datangnya pengungsi.&#x3C;br&#x3E; &#x3C;br&#x3E; kalau ada yang datang minta bantuan makanan, bisa jadi ia bukan pengungsi. dan...</description>
<guid isPermaLink="true">http://gawtama.multiply.com/journal/item/459/Tahan_Dulu_Bantuan_Jangan_Dihabiskan_di_Fase_Darurat</guid>
<pubDate>Mon, 30 Mar 2009 03:04:07 -0000</pubDate>
</item>
<item>
<title>Situ Gintung Jebol, Indonesia Kembali Berduka</title>
<link>http://gawtama.multiply.com/photos/album/107/Situ_Gintung_Jebol_Indonesia_Kembali_Berduka</link>
<description>Tanggul Situ Gintung, Ciputat, Jebol pada 27 Maret 2009. Hingga pukul 18.00 tercatat 53 korban jiwa baru ditemukan, dilaporkan masih puluhan lagi yang hilang. Mari berdoa untuk mereka -dan kita-, mari</description>
<guid isPermaLink="true">http://gawtama.multiply.com/photos/album/107/Situ_Gintung_Jebol_Indonesia_Kembali_Berduka</guid>
<pubDate>Fri, 27 Mar 2009 16:02:51 -0000</pubDate>
</item>
<item>
<title>Banyak Menerima, Berapa Banyak Memberi? </title>
<link>http://gawtama.multiply.com/journal/item/458/Banyak_Menerima_Berapa_Banyak_Memberi_</link>
<description>Saya meminta seluruh peserta untuk menuliskan benda-benda apa saja yang pernah dan masih dimilikinya saat ini. Sepuluh menit berlalu, mereka masih terus menulis daftar panjang benda-benda yang dimiliki. Memang para peserta itu cukup berpikir keras untuk mengerjakannya, terutama untuk mengingat-ingat benda apa saja yang pernah dimilikinya. Lima belas menit waktu yang diberikan tidaklah cukup, karenanya saya tambah lima menit lagi. &#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;&#x201C;Sudah?&#x201D; tanya saya dijawab serempak oleh peserta, &#x201C;belum... &#x201C;. Saya putuskan agar mereka berhenti menulis, kemudian mereka menunjukkan satu persatu hasilnya. Luar biasa, ada peserta yang mampu menulis sampai baris ke enam puluh satu daftar bendanya, selainnya beragam, namun rata-rata di atas dua puluh benda-benda yang pernah dan masih dimiliki. &#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Selanjutnya saya minta mereka memberi komentar soal banyaknya jumlah benda yang terdaftar di kertas mereka. Seorang peserta langsung berujar, &#x201C;Masya Allah, saya tidak pernah menghitung sebelumnya. Ternyata banyak sekal...</description>
<guid isPermaLink="true">http://gawtama.multiply.com/journal/item/458/Banyak_Menerima_Berapa_Banyak_Memberi_</guid>
<pubDate>Tue, 24 Mar 2009 02:07:07 -0000</pubDate>
</item>
<item>
<title>Panggilan Sayang</title>
<link>http://gawtama.multiply.com/journal/item/457/Panggilan_Sayang</link>
<description>  Ada seorang sahabat saya yang memanggil isterinya dengan sapaan, &#x201C;cinta&#x2026;&#x201D; Jika ia bicara melalui telepon dengan isterinya, nadanya sangat mesra dan sesekali terdengar kata, &#x201C;cin&#x2026;&#x201D;. Jadi, &#x201C;cin&#x2026;&#x201D; itu penggalan dari kata &#x201C;cinta&#x201D;, aiih, terdengarnya bahagia sekali isterinya itu setiap hari selalu disapa mesra dengan kata &#x201C;cinta&#x201D;. Siapapun orang yang mendengarnya, tak peduli lagi nama asli perempuan yang berbahagia itu; Ngatini, Juminten, Salbiah, Kasiyem, atau siapapun, nama indahnya adalah &#x201C;cinta&#x201D;. &#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Sahabat lainnya, menyebut pasangannya dengan &#x201C;cantik&#x201D;, kalau sudah mendengar langsung ia menyapa isterinya, &#x201C;cantik abang&#x201D;, -coba bayangkan, ia menyapa isterinya dengan dua kata itu dengan logat asli melayu- duh duh duh, serasa bergetar langit mau runtuh. Kuat sekali hati lembut si cantik itu setiap saat mendapat sapaan yang menggetarkan, dan hatinya tak juga runtuh. Padahal, seperti saya bilang, langit saja terasa bergetar ketika saya yang mendengarnya. &#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Sungguh, siapapun perempuan itu, benar...</description>
<guid isPermaLink="true">http://gawtama.multiply.com/journal/item/457/Panggilan_Sayang</guid>
<pubDate>Thu, 19 Mar 2009 01:56:42 -0000</pubDate>
</item>
<item>
<title>Angkot yang Bikin Bersyukur</title>
<link>http://gawtama.multiply.com/journal/item/456/Angkot_yang_Bikin_Bersyukur</link>
<description>Ahad kemarin, kami sekeluarga tiba di Bogor untuk kemudian melanjutkan perjalan ke Cibinong, masih di kawasan Bogor. Acara hari itu, mengantar adik kami untuk membalas kunjungan ke rumah calon suaminya setelah dua pekan lalu, keluarga calon suami adik kami itu silaturahim ke rumah. &#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Semula saya menduga bahwa Bapak akan menyewa mobil di tempat rental mobil untuk pergi ke Cibinong. Namun rupanya, hanya mobil angkutan umum/angkutan kota (angkot) yang disewa dengan alasan lebih murah. Akhirnya, berangkatlah kami dengan angkot tersebut di tengah terik yang menyengat. &#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Perjalanan lumayan jauh dan beberapa kali terjebak macet, membuat seisi mobil berkeringat kegerahan. Tatanan rambut dan jilbab mulai tak sempurna, bahkan dua puteri saya sudah melepas jilbabnya lebih dulu di setengah jam perjalanan. Ada dua balita di dalam mobil yang uring-uringan, keadaan itu membuat saya &#x2013;dan mungkin anggota keluarga yang lain- nyaris mengeluh. &#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Beruntung, keadaan terselamatkan oleh pemandangan di sebelah mobil...</description>
<guid isPermaLink="true">http://gawtama.multiply.com/journal/item/456/Angkot_yang_Bikin_Bersyukur</guid>
<pubDate>Wed, 18 Mar 2009 00:19:51 -0000</pubDate>
</item>
<item>
<title>Dikelilingi Doa </title>
<link>http://gawtama.multiply.com/journal/item/454/Dikelilingi_Doa_</link>
<description>Hidup ini terasa indah jika kita bisa saling mengingatkan, saling menasihati dalam kebaikan dan kesabaran. Lebih indah lagi, jika dilengkapi dengan saling mendoakan. Keindahan hidup seperti ini yang masih bisa kita rasakan selagi tetap memiliki sahabat maupun saudara. Sahabat dan saudara yang tak segan-segan melafazkan doa di hadapan kita atau mengirimkannya tanpa sepengetahuan kita, diucapkan dalam barisan panjang doanya setiap usai sholat. &#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Harus saya syukuri, betapa diri ini menyadari bahwa dalam perjalanan panjang hidup ini teramat banyak orang-orang yang tulus berdoa untuk kebaikan, keselamatan, juga keberkahan saya dan keluarga. Misalnya beberapa tahun lalu ketika kami masih menyewa sebuah rumah petak di Bogor dengan kondisi yang sangat memprihatinkan, mulai dari ibu, adik, kakak, dan sahabat yang pernah singgah berucap kalimat yang sama, &#x201C;semoga cepat punya rumah yang layak ya&#x2026;&#x201D;&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Ketika itu, saya tidak pernah malu untuk mengajak dan menawarkan siapapun untuk singgah ke rumah &#x2018;kontr...</description>
<guid isPermaLink="true">http://gawtama.multiply.com/journal/item/454/Dikelilingi_Doa_</guid>
<pubDate>Mon, 16 Mar 2009 10:04:28 -0000</pubDate>
</item>
<item>
<title>terima kasih perjalanan hari ini (progress report terbaru program Jagabita)</title>
<link>http://gawtama.multiply.com/journal/item/453/terima_kasih_perjalanan_hari_ini_progress_report_terbaru_program_Jagabita</link>
<description>  alhamdulillah, perjalanan hari ini (sabtu) ke jagabita lancar dan baik, walaupun Haris agak terburu2 harus jemput isterinyah,...&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;tim yang akhirnya ikut serta ke jagabita, tim motor; gaw, net, hery dan rinaldi (temennya hery). tim mobil; Haris, Nahar, Tini, Icha, Linda, ririn, faya dan farah. bagi yg bingung, memang ada 2 relawan baru yg ikut, yakni Faya dan Farah, mereka gadis kecil kakak beradik puterinya Haris yang jadi tukang ngemong seharian...&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;saya ucapkan terima kasih buat semuanya, baik yg ikut maupun yang berhalangan. saya yakin, lancarnya perjalanan kami hari ini juga berkat doa dari sobat2 yang lain...&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;alhamdulillah, 90% agenda kita terlaksana dengan lancar. sampai di jagabita sekitar 9.45 WIB, langsung ke kampung Pabuaran, tempat program sanitasi air titik kedua. Intinya, titik kedua udah selesai pengeboran dan rencananya senin akan dimulai pembangunan MCK dan septictank-nya.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;setelah dari pabuaran, menengok majelis pak Maryudi. surprise juga lihat hasilnya, majelis sudah berdi...</description>
<guid isPermaLink="true">http://gawtama.multiply.com/journal/item/453/terima_kasih_perjalanan_hari_ini_progress_report_terbaru_program_Jagabita</guid>
<pubDate>Sat, 14 Mar 2009 15:02:10 -0000</pubDate>
</item>
<item>
<title>Jejak Kedermawanan Rasulullah </title>
<link>http://gawtama.multiply.com/journal/item/450/Jejak_Kedermawanan_Rasulullah_</link>
<description>    Umar bin Khattab bercerita, suatu hari seorang laki-laki datang menemui Rasulullah SAW untuk meminta-minta, lalu beliau memberinya. Keesokan harinya, laki-laki itu datang lagi, Rasulullah juga memberinya. Keesokan harinya, datang lagi dan kembali meminta, Rasulullah pun memberinya.&#x26;nbsp; Keesokan harinya, ia datang kembali untuk meminta-minta, Rasulullah lalu bersabda, &#x201C;Aku tidak mempunyai apa-apa saat ini. Tapi, ambillah yang kau mau dan jadikan sebagai utangku. Kalau aku mempunyai sesuatu kelak, aku yang akan membayarnya.&#x201D;&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Umar lalu berkata, &#x201C;Wahai Rasulullah janganlah memberi diluar batas kemampuanmu.&#x201D; Rasulullah tidak menyukai perkataan Umar tadi. Tiba-tiba, datang seorang laki-laki dari Anshar sambil berkata, &#x201C;Ya Rasulullah, jangan takut, terus saja berinfak. Jangan khawatir dengan kemiskinan.&#x201D; Mendengar ucapan laki-laki tadi, Rasulullah tersenyum, lalu beliau berkata kepada Umar, &#x201C;Ucapan itulah yang diperintahkan oleh Allah kepadaku.&#x201D; (HR Turmudzi). &#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Jubair bin Muth&#x2019;im bertutur...</description>
<guid isPermaLink="true">http://gawtama.multiply.com/journal/item/450/Jejak_Kedermawanan_Rasulullah_</guid>
<pubDate>Thu, 12 Mar 2009 01:07:09 -0000</pubDate>
</item>
<item>
<title>Menjadi Kekasih Allah</title>
<link>http://gawtama.multiply.com/journal/item/449/Menjadi_Kekasih_Allah</link>
<description>Pernah suatu hari Ali bin Abi Thalib menangis, ketika ditanya sebab apa menantu Rasulullah itu menangis, ia menjawab, &#x201C;Sudah satu minggu tak ada seorang tamu pun yang datang kepadaku untuk meminta sesuatu. Aku khawatir Allah sedang menghinakan aku&#x201D;. &#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Karakter seperti Ali bin Abi Thalib ini memang terbilang langka dan unik. Kebanyakan orang justru menghindar dan bersembunyi kalau ada orang yang datang ke rumahnya hendak meminta bantuan. Misalnya saja mereka yang dari balik pagar rumahnya berteriak, &#x201C;Maaf, tidak ada orangnya&#x201D; kepada para pengemis yang berdiri mematung di depan pagar. Padahal boleh jadi pengemis tua itu benar-benar memerlukan bantuan.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Memang dipandang dari sisi kita, nampaknya pengemis tua renta itu yang memerlukan pertolongan. Namun dilihat dari sudut yang berbeda, sesungguhnya kitalah yang memerlukan pengemis atau siapapun dari kaum dhuafa itu karena merekalah kunci surga yang ditebarkan Allah di muka bumi. Seperti ditegaskan Rasulullah dalam satu haditsnya, &#x201C;Segala sesua...</description>
<guid isPermaLink="true">http://gawtama.multiply.com/journal/item/449/Menjadi_Kekasih_Allah</guid>
<pubDate>Tue, 10 Mar 2009 15:03:51 -0000</pubDate>
</item>
<item>
<title>Gandakan Kesalihan dengan Sedekah</title>
<link>http://gawtama.multiply.com/journal/item/448/Gandakan_Kesalihan_dengan_Sedekah</link>
<description>  Tidak seperti biasanya, hari itu Ali bin Abi Thalib pulang lebih awal menjelang ashar. Isteri beliau, Fatimah binti Muhammad menyambut kedatangan suaminya yang seharian mencari rezeki dengan sukacita. Menerka-nerka seberapa banyak rezeki yang dibawa Ali, mengingat keperluan di rumah yang semakin besar. Namun harapan Fatimah tak tertuai, Ali berkat, &#x201C;Maaf sayangku, kali ini aku tidak membawa uang sepeserpun&#x201D;. &#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Tidak ada gurat kecewa dari puteri Rasulullah itu, sebaliknya ia menyambut suaminya dengan senyum terindah. &#x201C;Memang yang mengatur rezeki tidak duduk di pasar, bukan? Yang memiliki kuasa itu adalah Allah Ta&#x27;ala&#x201D; sebuah jawaban yang sejuk terasa hingga ke dalam dada Ali.&#x26;nbsp; &#x201C;Terima kasih,&#x201D; jawab Ali lembut. Ali tertunduk seraya bersyukur memiliki isteri yang tawakkal, meski keperluan dapur sudah habis sama sekali. Tak sedikit pun Fatimah menunjukan sikap kecewa atau sedih. &#x26;nbsp;&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Tak berapa lama, Ali berangkat ke masjid untuk sholat berjamaah. Sepulang dari masjid, seorang tua me...</description>
<guid isPermaLink="true">http://gawtama.multiply.com/journal/item/448/Gandakan_Kesalihan_dengan_Sedekah</guid>
<pubDate>Mon, 9 Mar 2009 15:34:28 -0000</pubDate>
</item>
<item>
<title>Buku terbaru gaw; &#x22;Berguru pada Kehidupan&#x22;</title>
<link>http://gawtama.multiply.com/market/item/10/Buku_terbaru_gaw_Berguru_pada_Kehidupan</link>
<description>ini sebenarnya baru tapi lama, republish dari 2 buku saya sebelumnya, Berhenti Sejenak (BS) dan School of Life (SOL). So, bagi yang sebelumnya gak sempat kebagian dua buku itu, sekarang bisa memiliki satu saja buku tapi dapat dua2nya. bagi yang bukunya sudah hilang juga bisa memiliki lagi</description>
<guid isPermaLink="true">http://gawtama.multiply.com/market/item/10/Buku_terbaru_gaw_Berguru_pada_Kehidupan</guid>
<pubDate>Sat, 7 Mar 2009 05:24:24 -0000</pubDate>
</item>
<item>
<title>disain T Shirt available on SOLIFE Store</title>
<link>http://gawtama.multiply.com/photos/album/106/disain_T_Shirt_available_on_SOLIFE_Store</link>
<description>ini baru display, tunggu launchingnya awal april 2009</description>
<guid isPermaLink="true">http://gawtama.multiply.com/photos/album/106/disain_T_Shirt_available_on_SOLIFE_Store</guid>
<pubDate>Sat, 7 Mar 2009 04:07:05 -0000</pubDate>
</item>
<item>
<title>T Shirt (SOLIFE Store)</title>
<link>http://gawtama.multiply.com/market/item/9/T_Shirt_SOLIFE_Store</link>
<description>T Shirt dengan disain menarik dan pesan bermakna... kualitas terjaga, Anda akan bangga memilikinya.</description>
<guid isPermaLink="true">http://gawtama.multiply.com/market/item/9/T_Shirt_SOLIFE_Store</guid>
<pubDate>Wed, 4 Mar 2009 16:57:13 -0000</pubDate>
</item>
<item>
<title>Jalan-jalan ke Cipanas dan Cibodas</title>
<link>http://gawtama.multiply.com/photos/album/104/Jalan-jalan_ke_Cipanas_dan_Cibodas</link>
<description>silaturahim ke rumah Bi Emeh, pengasuh Gaw saat kecil...</description>
<guid isPermaLink="true">http://gawtama.multiply.com/photos/album/104/Jalan-jalan_ke_Cipanas_dan_Cibodas</guid>
<pubDate>Tue, 3 Mar 2009 04:06:44 -0000</pubDate>
</item>
<item>
<title>Bermula dari Orang Tua </title>
<link>http://gawtama.multiply.com/journal/item/447/Bermula_dari_Orang_Tua_</link>
<description>Sejak anak-anak saya masih balita hingga kini mereka sudah berseragam sekolah dasar, saya tak pernah melewatkan kesempatan untuk mendongeng sebagai pengantar tidur mereka. Sebenarnya, dongeng bukan sekadar pengantar tidur. Bagi kami inilah sebuah proses transformasi ilmu secara langsung, penanaman nilai dari hati ke hati, tanpa paksaan, dan juga sarana keakraban orang tua dan anak. &#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Dari dongeng, saya bisa merasakan dan melihat beragam ekspreasi anak-anak, tawa bahagia, raut muka terkejut, mimik ketakutan, teriakan histeris, bahkan tetesan air mata. Sungguh kebahagiaan tersendiri bisa melihat kejujuran ekspresi itu yang secara langsung menjadi cermin bagi orang tua seperti saya yang kadang harus mengenakan topeng kepalsuan. Harus tersenyum disaat berhadapan dengan klien meskipun hati tengah tercabik-cabik. Wajib berkata &#x201C;Ya&#x201D; walaupun hati berkata sebaliknya. &#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Usai mendongeng, yang kadang harus memutar otak mengarang cerita baru setiap hari, sebuah pertanyaan terlontar, &#x201C;Kok Abi bisa dong...</description>
<guid isPermaLink="true">http://gawtama.multiply.com/journal/item/447/Bermula_dari_Orang_Tua_</guid>
<pubDate>Fri, 27 Feb 2009 02:49:56 -0000</pubDate>
</item>
<item>
<title>Bayi Neneng dan Yudi sudah ada yang menebus! Alhamdulillah</title>
<link>http://gawtama.multiply.com/journal/item/446/Bayi_Neneng_dan_Yudi_sudah_ada_yang_menebus_Alhamdulillah</link>
<description>Assalaamu&#x27;alaikum wr wb&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Sobats, baru aja ditelpon sama bu uun, jam 18.00 barusan... kata bu Uun hari ini sekitar jam 15.00 ada yang menelepon bu Uun soal bayi Neneng yang belum bisa keluar dari rs karena biaya caesar yang hampir 9 jutaan itu. Bu uun kasih ke bapak2 itu nomor telepon Kliniknya...&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Setelah itu, tidak lama kemudian, pihak Klinik Ubun mengabarkan bahwa bapak2 yang menelepon tadi langsung mentransfer dana sejumlah biaya persalinan dan akhirnya Neneng dan bayinya sudah bisa pulang!&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Nenang dan Yudi, bahagia sekali bayinya bisa keluar dan mereka tidak perlu menyerahkan bayi tersebut untuk diadopsi kepada siapa saja yang bisa membayarkan biaya persalinan. Sampai kini, tidak jelas siapa hamba ALlah yang telah membayari itu, karena tidak bersedia memberikan informasi diri. Biarlah ALlah yang membalas keikhlasannya.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Bukan bermaksud tidak menghargai upaya teman2 yang sudah menggalang dana, saya kira dana yang sudah terkumpul dan karena niatnya memang buat keluarga tersebut. Usul saya, k...</description>
<guid isPermaLink="true">http://gawtama.multiply.com/journal/item/446/Bayi_Neneng_dan_Yudi_sudah_ada_yang_menebus_Alhamdulillah</guid>
<pubDate>Thu, 26 Feb 2009 15:28:42 -0000</pubDate>
</item>
<item>
<title>Yudi dan Neneng Tak Bisa Tebus Bayinya</title>
<link>http://gawtama.multiply.com/journal/item/445/Yudi_dan_Neneng_Tak_Bisa_Tebus_Bayinya</link>
<description>Yudi hanya seorang pemulung, sedangkan Neneng isterinya, hanya ibu rumah tangga. Mereka dari keluarga miskin yang menempati rumah tumpangan di Perumahan Inkopad, Desa Cibunar, Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. &#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Sepekan yang lalu, tanggal 20 Februari 2009, Neneng melahirkan anak ke empatnya, laki-laki, melalui operasi caesar. Tentu saja, Yudi, sang Ayah yang hanya berpenghasilan ala kadarnya sebagai pemulung dibuat pusing memikirkan biaya persalinan. Sekitar Rp. 9 Juta harus disiapkan agar anak dan isterinya bisa keluar dari Klinik Bersalin Ubun di Parung Panjang. &#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Hingga hari ini -25 Februari 2009- isteri dan bayi laki-laki normal yang belum sempat diberi nama itu masih tertahan di rumah bersalin karena sang Ayah tidak sanggup menebusnya. Segala usaha sudah dilakukan Yudi untuk mencari pinjaman, hutang ke sana-sini, namun belum juga didapat. Lantaran pasrah, Yudi dan Neneng sepakat untuk menyerahkan anaknya (mengadopsi) kepada siapa saja yang bisa membayari biaya persalinan ya...</description>
<guid isPermaLink="true">http://gawtama.multiply.com/journal/item/445/Yudi_dan_Neneng_Tak_Bisa_Tebus_Bayinya</guid>
<pubDate>Wed, 25 Feb 2009 15:25:15 -0000</pubDate>
</item>
<item>
<title>&#x201C;Doakan Saya Ya&#x2026;&#x201D;</title>
<link>http://gawtama.multiply.com/journal/item/444/444</link>
<description>Dulu saya tidak mengerti kenapa banyak orang yang menitip doa lewat teman, orang tua, atau orang-orang dianggap shaleh. &#x201C;Tolong doakan saya ya&#x2026;&#x201D; Ada yang minta didoakan biar cepat dapat jodoh, dimudahkan rezeki, disembuhkan sakitnya, lulus ujian, dimudahkan urusannya, dijauhkan dari bahaya, juga biar cepat dapat momongan. &#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Ada yang minta ke Kyai, orang-orang shaleh di sekitarnya, orang yang mau berangkat haji, atau orang-orang yang dikenalnya sebagai orang yang rasanya dekat sama Allah karena kehidupannya senantiasa nampak mudah dan dimudahkan oleh Allah. Bahkan mentang-mentang ada pernyataan &#x201C;doa orang terdzalimi itu makbul&#x201D;, ada pula yang memanfaatkan orang-orang terdzalimi untuk mendoakan dirinya. Tentu saja yang terakhir ini salah kaprah.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Maka tak heran, praktik &#x2018;bisnis&#x2019; doa pun berlangsung, di pemakaman selalu ada orang yang menawarkan jasa &#x201C;berdoa&#x201D; layaknya ia orang yang tiada pembatas dengan Sang Pengabul doa. Para peziarah pun rela mengeluarkan sejumlah uang agar si pendoa mau be...</description>
<guid isPermaLink="true">http://gawtama.multiply.com/journal/item/444/444</guid>
<pubDate>Fri, 13 Feb 2009 01:52:20 -0000</pubDate>
</item>
<item>
<title>keluarga Gaw, Lengkap</title>
<link>http://gawtama.multiply.com/photos/album/103/keluarga_Gaw_Lengkap</link>
<description>foto terbaru keluarga</description>
<guid isPermaLink="true">http://gawtama.multiply.com/photos/album/103/keluarga_Gaw_Lengkap</guid>
<pubDate>Wed, 11 Feb 2009 16:20:29 -0000</pubDate>
</item>
</channel>
</rss>